Persiapan melamar kerja di luar negeri, dari sisi yang bisa Anda kendalikan
Panduan persiapan mandiri untuk melamar kerja di luar negeri: urutan yang masuk akal, standar bahasa, dokumen aplikasi, dan cara mengenali tawaran yang bermasalah.
Halaman ini soal persiapan. Kami tidak menyalurkan siapa pun ke pemberi kerja dan tidak mengurus visa kerja. Yang dibahas di sini adalah bagian yang ada di tangan Anda sendiri: bahasa, dokumen, dan cara membaca proses rekrutmen.
Pembatasan ini bukan basa-basi. Penempatan pekerja migran Indonesia diatur ketat, dan hanya lembaga berizin yang boleh melakukannya. Kami bukan salah satunya.
Dua jalur berangkat
Jalur pertama, lewat lembaga penempatan berizin. Ini jalur formal untuk sebagian besar penempatan kerja. Pelaksananya adalah P3MI berizin atau skema antarpemerintah, di bawah pengawasan Kementerian Ketenagakerjaan dan BP2MI. Kalau ini jalur Anda, pastikan lembaganya memang terdaftar. Nomor izin bisa diperiksa lewat kanal resmi pemerintah.
Jalur kedua, melamar langsung. Anda melamar sendiri ke perusahaan di luar negeri, mendapat kontrak, lalu perusahaan itu mensponsori izin kerja Anda. Ini jalur yang umum untuk posisi profesional, teknologi, kesehatan tersertifikasi, dan riset.
Persiapan yang kami bahas di sini relevan untuk kedua jalur, tapi paling menentukan di jalur kedua, karena di situ kualitas aplikasi Anda yang bicara.
Bahasa
Ini variabel yang paling kuat dan paling sering diremehkan.
Untuk tujuan berbahasa Jerman, standar praktisnya:
- B1 cukup untuk bertahan hidup, tidak cukup untuk melamar posisi yang layak
- B2 batas realistis untuk sebagian besar posisi
- C1 dibutuhkan untuk posisi profesional, jabatan yang berhadapan dengan klien, dan sebagian profesi kesehatan
Untuk tujuan berbahasa Inggris, patokannya biasanya skor IELTS atau TOEFL yang diminta pemberi kerja atau otoritas imigrasi, dan angkanya berbeda per negara dan per profesi.
Satu hal yang perlu diterima sejak awal: mengangkat level bahasa satu tingkat penuh butuh ratusan jam. Tidak ada jalan pintas yang berarti. Ini alasan kenapa persiapan bahasa harus dimulai jauh sebelum Anda melihat lowongan.
Kualifikasi yang perlu diakui
Sebagian profesi tidak bisa dijalankan hanya dengan ijazah Indonesia. Perawat, dokter, guru, insinyur di bidang tertentu, dan sejumlah profesi lain memerlukan pengakuan kualifikasi formal di negara tujuan.
Prosesnya punya nama sendiri di tiap negara, misalnya Anerkennung di Jerman. Isinya penilaian dokumen, kadang ujian tambahan, dan hampir selalu syarat bahasa yang lebih tinggi dari posisi non-regulasi.
Cek ini lebih dulu, sebelum belajar bahasa dan sebelum melamar. Kalau profesi Anda termasuk yang diatur, jalurnya berbeda dan lebih panjang.
Dokumen aplikasi
Kesalahan paling umum pelamar Indonesia bukan bahasa yang buruk. Kesalahannya adalah mengirim CV format Indonesia ke pasar yang konvensinya berbeda.
Yang berbeda:
- Panjang dan kepadatan. CV Indonesia sering panjang dan bercerita. CV Jerman dan Eropa cenderung padat, faktual, dan berbasis poin.
- Data pribadi. Sebagian pasar mengharapkan data yang di pasar lain justru tidak boleh dicantumkan. Foto, misalnya, lazim di Jerman tapi dihindari di Australia, Inggris, dan Amerika Serikat.
- Bukti konkret. Pemberi kerja di luar negeri mencari hasil terukur. Deskripsi tanggung jawab tidak dihitung. "Bertanggung jawab atas laporan bulanan" lemah. "Menyusun laporan bulanan untuk tiga cabang, memangkas waktu tutup buku dari sepuluh hari ke empat" kuat.
- Surat lamaran. Di Jerman, Anschreiben adalah dokumen yang serius dan dibaca. Isinya argumen kenapa Anda dan perusahaan ini cocok. Mengulang isi CV di sini membuang satu halaman.
Kami bahas format Lebenslauf dan Motivationsschreiben secara rinci di panduan dokumen aplikasi.
Kesalahan khas pelamar Indonesia
Dari pola yang berulang:
- Terlalu banyak cerita perasaan. "Sejak kecil saya bermimpi" tidak menambah apa-apa bagi pembaca yang menyaring ratusan berkas. Ganti dengan bukti.
- Kurang angka. Tanpa angka, klaim Anda tidak bisa dibandingkan dengan pelamar lain.
- Surat motivasi generik. Satu surat dikirim ke dua puluh tempat dengan hanya nama perusahaan diganti. Pembaca berpengalaman mengenali ini dalam sepuluh detik.
- Tidak menjelaskan jeda. Jeda dalam riwayat kerja atau pendidikan bukan masalah. Jeda yang tidak dijelaskan yang jadi masalah.
- Melamar sebelum bahasa siap. Ditolak karena bahasa di tahap awal membakar peluang di perusahaan yang mungkin cocok setahun kemudian.
Mengenali tawaran yang bermasalah
Beberapa tanda yang layak membuat Anda berhenti dan memeriksa lebih jauh:
- Diminta membayar untuk mendapatkan pekerjaan, terutama di muka dan tanpa rincian tertulis
- Dijanjikan visa pasti keluar. Tidak ada pihak yang bisa menjamin keputusan otoritas imigrasi negara lain
- Kontrak tidak diberikan sebelum berangkat, atau diberikan dalam bahasa yang tidak Anda pahami tanpa terjemahan
- Diminta menyerahkan paspor asli untuk disimpan pihak lain
- Lembaganya tidak bisa menunjukkan nomor izin yang bisa diverifikasi
- Prosesnya jauh lebih cepat dari yang wajar
Kalau ada satu saja dari daftar ini, minta penjelasan tertulis dan verifikasi ke kanal resmi sebelum melanjutkan.
Urutan yang kami sarankan
- Pastikan profesi Anda perlu pengakuan kualifikasi atau tidak
- Tentukan negara tujuan, karena syarat bahasa dan konvensi dokumen mengikuti ini
- Bangun bahasa ke level yang diminta, ini bagian terpanjang
- Susun CV dan surat lamaran sesuai konvensi negara tujuan
- Latih interview dalam bahasa target sampai lancar
- Baru melamar, dan lamar dalam jumlah banyak
Apa yang kami kerjakan
Kami menulis panduan seperti halaman ini dan menyusun rute persiapan untuk yang membutuhkannya. Itu saja.
Kami tidak mengurus visa, tidak mengurus dokumen resmi, tidak menyalurkan kerja, tidak memberi nasihat hukum, dan tidak menjanjikan hasil. Kalau ada pihak yang menawarkan semua itu sekaligus, periksa lebih teliti. Tawaran yang terasa melegakan biasanya yang paling perlu dicurigai.
Catatan sumber
Aturan penempatan pekerja migran Indonesia serta syarat izin kerja di negara tujuan berubah. Verifikasi ke Kementerian Ketenagakerjaan dan BP2MI untuk sisi Indonesia, dan ke otoritas imigrasi negara tujuan untuk sisi sana.
